Burmeso— Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Mamberamo Raya mendukung penguatan peran ulama dan pembinaan kehidupan keagamaan di Kabupaten Mamberamo Raya. Hal itu terlihat dalam Musyawarah Pemilihan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), berlangsung di Masjid Agung Al-Muhajirin, Burmeso, Kabupaten Mamberamo Raya, pada Minggu (30/8/2026).
Musyawarah tidak hanya menjadi agenda organisasi untuk memilih kepengurusan MUI, tetapi juga untuk memperkuat kepemimpinan ulama yang mampu hadir di tengah masyarakat, menjaga kerukunan, serta bersinergi dengan pemerintah dalam menghadirkan kemaslahatan bagi umat.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kankemenag Kabupaten Mamberamo Raya melalui kehadiran Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mamberamo Raya, Fransina Dimara, yang turut berperan sebagai fasilitator dalam proses musyawarah pemilihan pengurus MUI.

Kehadiran Kemenag dalam forum tersebut mencerminkan tanggung jawab untuk terus mendorong penguatan kelembagaan keagamaan sekaligus memperkokoh kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat. Dalam berbagai forum MUI di daerah, Kemenag juga menempatkan MUI sebagai mitra strategis dalam pembinaan umat, penguatan ukhuwah, serta pemeliharaan kerukunan.
“Musyawarah ini menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, ukhuwah Islamiyah, dan komitmen bersama dalam membangun kehidupan keagamaan yang rukun. Pengurus yang terpilih diharapkan dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya, memperkuat kerukunan, serta membangun sinergi dengan pemerintah demi kemaslahatan umat dan kemajuan Kabupaten Mamberamo Raya,” ujar Fransina.
“Mari kita menjaga semangat musyawarah dan kebersamaan. Apa pun hasil yang ditetapkan melalui proses ini, hendaknya menjadi keputusan bersama yang dapat diterima dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. MUI diharapkan menjadi salah satu kekuatan dalam membina umat dan menjaga kehidupan masyarakat tetap rukun dan harmonis,” tambahnya.
Musyawarah pemilihan pengurus MUI Kabupaten Mamberamo Raya ini penting di tengah kebutuhan masyarakat terhadap kehadiran tokoh agama yang dapat memberikan pembinaan keagamaan sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
MUI memiliki ruang strategis untuk memperkuat hubungan antara ulama dan masyarakat, termasuk memberikan pandangan keagamaan terhadap berbagai persoalan yang berkembang. Dalam konteks daerah, peran tersebut dapat semakin diperkuat melalui komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah serta seluruh elemen masyarakat.
“Kita berharap MUI dapat menjadi rumah bersama bagi para ulama dan umat untuk membangun komunikasi, memperkuat persaudaraan, serta bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Sinergi dengan pemerintah juga penting agar program pembinaan umat dapat berjalan secara berkelanjutan,” tutur Fransina.
Selain jajaran Kemenag, kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya, yakni Asisten Sekretariat Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Karno.
Kehadiran unsur pemerintah daerah menunjukkan adanya perhatian terhadap penguatan kelembagaan keagamaan sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan masyarakat. Kolaborasi antara pemda, Kemenag, ulama, tokoh agama, dan masyarakat menjadi modal sosial dalam menciptakan kehidupan daerah yang aman, rukun, dan kondusif.
Musyawarah yang berlangsung di Masjid Agung Al-Muhajirin tersebut diikuti oleh peserta yang terlibat dalam proses pemilihan kepengurusan MUI Kabupaten Mamberamo Raya. Forum berjalan dalam kebersamaan dengan prinsip musyawarah sebagai alat pengambilan keputusan.
“Semoga kepengurusan yang lahir dari musyawarah ini dapat menjalankan amanah dengan baik, mengutamakan kepentingan umat dan bersama-sama membangun Mamberamo Raya yang rukun, damai, dan maju,” pungkas Fransina.




